Studi kasus tentang media massa sebagai pembentuk (opini) masyarakat

Disini saya akan menjelaskan tentang media massa dan untuk membuktikan apakah benar media massa dapat membentuk (opini) masyarakat, untuk membuktikan kebenarannya saya akan melakukan studi kasus dengan cara menjelaskan satu persatu media massa yang digunakan oleh orang tersebut dan penjelasan tentang teori yang digunakan.
Subjek yang digunakan sebagai studi kasus ini adalah saya sendiri.

Pengertian Media Massa

Pengertian dari komunikasi massa adalah suatu bentuk komunikasi yang menggunakan media sebagai saluran nya untuk menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, pesan yang disampaikan juga untuk khalayak yang tersebar, heterogen dan secara serentak.

Sedangkan pengertian dari Media massa adalah suatu alat atau media yang dipergunakan untuk memberikan pesan kepada khalayak atau masyarakat. Contoh dari media massa adalah Tv, koran, radio, internet, bahkan film.

Media Massa yang dilihat oleh subjek

  • Tv: berita dan iklan

Subjek melihat berita yang dan iklan yang ada di televisi

Forum blackhatworld.com merupakan forum yang diperuntukkan Internet marketer, disana membahas bagaimana cara mendapatkan uang dari Internet. Topik yang sering dibahas merupakan SEO (Search Engine Optimization) yaitu bagaimana caranya sebuah website menjadi ter optimisasi untuk mesin pencari (biasanya Google).

Cara yang dibahas kebanyakan bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh Google, karena di forum ini kebanyakan membahas bagaimana mencari celah di algoritma google untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Pendapat subjek tentang media massa yang dilihatnya

  • Tv: Iklan

Kasus pertama:

Subjek sering melihat iklan partai perindo di Rcti, sehingga hafal akan mars/lagu partai tersebut, lagu tersebut mengindikasikan bahwa partai perindo merupakan partai yang mendukung rakyat kecil.

Walaupun subjek tahu bahwa partai perindo belum terbukti sebagai partai yang mendukung rakyat kecil dan partai yang baik, tapi subjek telah memersepsikan bahwa partai perindo merupakan partai yang mendukung rakyat kecil, itu karena subjek sering melihat iklan dengan pesan yang sama.

 

Dalam kasus pertama karena subjek melihat iklan yang menayangkan pesan yang sama subjek mempersepsikan partai perindo sebagai partai yang mendukung rakyat kecil, padahal belum terdapat fakta yang membuktikan tersebut.

Dari kasus tersebut dapat kita simpul kan bahwa jika seseorang diberikan pesan yang sama berulang-ulang pesan tersebut akan menjadi kenyataan di otak orang tersebut dengan kata lain media massa dapat membentuk opini masyarakat.

 

 

Teori kultivasi

Teori kultivasi adalah salah satu teori komunikasi massa Teori ini meneliti efek jangka panjang dari teori sosial. Menurut teori ini TV menjadi Alat utama yang para penontonnya belajar mengenai budaya dan masyarakat di lingkungannya, artinya persepsi yang dibangun di benak pemirsa tentang masyarakat dan budaya sangat ditentukan oleh TV.

 

Kasus kedua:

Pada suatu hari subjek melihat iklan Coca-cola, di dalam iklan tersebut seorang wanita yang sedang suntuk diberikan minuman coca-cola dan wanita tersebut menjadi bersemangat dan segar kembali.

Dalam iklan tersebut telah jelas bahwa pesan yang diberikan adalah minuman coca-cola dapat membuat seseorang menjadi bersemangat dan segar kembali.
Karena rasa penasaran subjek membeli coca-cola dan mencobanya sendiri, ternyata yang subjek rasakan sama seperti yang di iklankan.

 

Dalam kasus kedua subjek tertarik untuk membeli minuman coca-cola dan ingin merasakan apakah rasa yang didapatkan akan sama seperti yang ada di iklan, dan ternyata perasaan yang didapatkan setelah minum minuman tersebut adalah sama.

Ini merupakan pembuktian bahwa media massa dapat membentuk opini masyarakat, jika subjek tidak menerima pesan iklan tentang minuman tersebut yang berisi tentang kesegaran setelah minum minuman tersebut maka bukan tidak mungkin subjek tidak akan merasakan kesegaran setelah minum minuman tersebut.

 

Teori peluru ajaib/Teori jarum suntik

Tarif peluru adalah model komunikasi yang beranggapan bahwa Pesan yang disampaikan dapat langsung diterima dan sepenuhnya diterima oleh komunikan karena memiliki dampak yang kuat

 

Tv: Berita

Kasus ketiga:

Tentang pemberitaan calon gubernur DKI jakarta, subjek tidak percaya terhadap k***as, tv**e, m****tv atau sumber berita lain yang menurut subjek memiliki kepentingan politik tersendiri atau pun memihak kepada salah satu calon gubernur, maka dari itu subjek melihat berita dari stasiun tv net saja.

Dalam penayangan salah satu berita yang menayangkan tentang calon gubernur DKI jakarta nomor urut 2, subjek menemukan bahwa banyak warga Jakarta yang memilih calon gubernur nomor urut 2 karena dianggap sukses menata jakarta dan berita tersebut juga menampilkan tentang kalijodo dan tempat-tempat lainnya yang berhasil ditata.

Dalam berita tersebut telah jelas bahwa calon gubernur nomor urut 2 dipersepsikan sangat baik. Meskipun calon gubernur nomor urut 2 tersebut di persepsikan baik oleh berita tersebut namun subjek tidak akan memilih calon gubernur nomor urut 2 karena alasan pribadi.

 

Dalam kasus ketiga subjek mendapatkan pesan bahwa calon gubernur nomor urut 2 sukses memimpin jakarta selama masa periode nya, namun karena alasan pribadi subjek tidak akan memilih calon gubernur nomor urut 2.

Dalam kasus ini tetap terbukti bahwa media massa dapat membentuk opini masyarakat namun karena alasan pribadi yang kuat, seseorang dapat membentuk opini nya sendiri.

 

 

Teori perbedaan individual

Teori ini meneliti tentang perbedaan antara individu sebagai sasaran media massa di saat mereka diterpa oleh media massa sehingga menimbulkan efek-efek tertentu.

Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu berbeda dari segi pengetahuan atau pengalamannya termasuk psikologis dan biologis nya. Jadi Mereka menginginkan seperangkat sikap nilai dan kepercayaan yang merupakan tataran psikologis masing-masing individu yang membedakan dari individu lainnya.

 

  • Forum di internet: blackhatworld.com

bhw logoKasus keempat:

Di salah satu thread dalam forum tersebut subjek melihat informasi bagaimana caranya merangking sebuah website di search engine/mesin pencari (biasanya Google) dan mendapatkan keuntungan dengan membuat website, walaupun informasi yang diberikan sangat lengkap dan komprehensif tapi subjek tidak langsung percaya.

Subjek mengimplementasikan informasi yang di dapatkan dari forum tersebut, yaitu dengan cara melakukan riset kata kunci, membuat website dan merangking website tersebut.Setelah berbulan-bulan subjek mendapatkan hasil dari website tersebut.

Dan pada akhirnya subjek percaya bahwa informasi yang diberikan adalah benar dan akan mengimplentasikan informasi tersebut di saat akan membuat website lagi.

 

Dalam kasus keempat subjek mendapatkan informasi tentang cara merangking sebuah website dari sebuah thread di forum blackhatworld.com namun subjek tidak langsung percaya hal tersebut dan subjek melakukan tes sendiri untuk membuktikan informasi tersebut dan ternyata informasi tersebut benar.

Dalam kasus tersebut terbukti juga bahwa media massa dapat membentuk opini masyarakat namun untuk mendapatkan kepastian nya seseorang bisa melakukan tes/riset sendiri terhadap pesan yang diberikan seseorang.

Jika informasi tersebut benar maka media massa benar dapat membentuk opini masyarakat namun jika salah, media massa tersebut dapat gagal membentuk opini masyarakat dan dapat kehilangan kepercayaannya dari seseorang.

 

Teori pembelajaran sosial

Teori ini adalah perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional atau behavioristik, dalam pandangan teori ini manusia tidak didorong oleh kekuatan kekuatan dari dalam tetapi juga tidak dipukul oleh stimulus-stimulus lingkungan.

Inti dari teori ini adalah pemodelan atau modeling dan permodelan ini adalah salah satu langkah yang paling penting dalam rangka pembelajaran terpadu.

Terdapat dua jenis pembelajaran melalui pengamatan yang pertama adalah pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi kondisi yang dialami orang lain, sedangkan yang kedua pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku suatu model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan atau kelemahan pada saat pengamat itu sedang memperhatikan model rok itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut.

 

Kesimpulan

Jadi kita dapat mengambil kesimpulan bahwa media massa dapat membentuk (opini) masyarakat namun seperti yang dikatakan einstein tentang semua hukum di alam semesta, yaitu semuanya relatif. Jadi tidak setiap saat media massa dapat membentuk opini masyarakat, ada kalanya opini tersebut dapat dibantah oleh opini yang kuat dari orang itu sendiri.

bagi kamu yang ingin cukur rambut tapi malas keluar, kalian bisa mencoba cukur rambut online yang kami jelaskan di post kami disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *