Catatan kaki

Catatan kaki adalah bagian dari tulisan ilmiah yang berisi penjelasan atau jumlah dari kutipan yang diambil penulisnya

Cara menulis catatan kaki, yaitu ditulis di bagian kaki (bawah) di setiap halaman yang bersangkutan dengan diberi kode nomor urut

Macam-macam catatan kaki

  • Catatan kaki sumber adalah catatan kaki yang berisi sumber dari mana rujukan atau pendapat tersebut diambil
  • Catatan kaki isi adalah catatan kaki yang berisi komentar penulis terhadap pendapat narasumber

Cara-cara menulis catatan kaki

  • Catatan kaki harus ditulis pada tempat yang sama dengan pencantuman nomor catatan kaki (nomor harus ditempatkan dengan menggunakan angka dan berurutan tiap BAB)
  • Pergantian BAB diikuti pula dengan pergantian nomor catatan kaki
  • Nomor diletakkan setengah spasi di atas teks atau superscript
  • Jarak ketik antar baris satu spasi
  • Jarak ketik antar nomor (sumber) dua spasi

 

Catatan kaki singkat

IBID

IBID adalah Singkatan dari ibidem yang berarti sama dengan diatas, istilah ini digunakan untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya dan belum diselingi sumber referensi lain

Contoh :

1)JS Badodo, 1986, Cakrawala Bahasa Indonesia, Jakarta, Pustaka Jaya, halaman 36

2)Ibid, halaman 82

OP.CIT

OP.CIT adalah Singkatan dari Operet Citato yang berarti ‘dalam karya yang telah dikutip’. Istilah ini digunakan untuk catatan kaki lain dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki dari sumber referensi lain dari halaman yang berbeda

Contoh:

3)Mochtar Lubis, 1986, Teknik Mengarang, Jakarta : Balai Pustaka, halaman 57

4)Henry Guntur Tarigan, 1984, Teknik Berbicara, Bandung : Angkasa, halaman 72

5)Mochtar Lubis, OP.Cit, halaman 33

LOC.CIT

LOC.CIT adalah Singkatan dari Loco Citato yang berarti ‘tempat yang telah dikutip’. Istilah ini digunakan untuk catatan kaki lain dari sumber referensi yang pernah dikutip, tapi telah disisipi catatan kaki dari sumber referensi lain dari halaman yang sama

Contoh:

6)Sutan Takdir Alisyahbana, 1954, Layar Terkembang, Jakarta: Pustaka Jaya, halaman 91

7)Hamka, 1957, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, Jakarta: Balai Pustaka, halaman 52

8)Sutan Takdir Aisyahbana, Loc.Cit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *