Ekspedisi Pamalayu Kerajaan Singasari – Sejarah dan Runtutan Kejadiannya

Sejarah dan Runtutan kejadian ekspedisi pamalayu secara lengkap

Sebelum menjadi negara republik, Indonesia sempat menjadi negara yang terdiri dari kerajaan-kerajaan. Ada banyak sekali kerajaan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Kerajaan Singasari.

Kerajaan Singasari adalah salah satu kerajaan yang memiliki masa kejayaan dibawah pemerintahan Raja Kertanegara. Raja Kertanergara merupakan raja yang dianggap sangat berjaya pada masa Kerajaan Singasari.

Hal ini disebabkan karena pada masanya, dibentuk sebuah ekspedisi yang disebut dengan Ekspedisi Pamalayu Kerajaan Singasari. Ekspedisi ini merupakan ekspedisi yang sifatnya militer dalam upayanya untuk melawan Kerajaan Melayu. Hal inilah yang menyebabkan ekspedisi ini disebut dengan Ekspedisi Pamalayu.

Latar belakang Ekspedisi Pamalayu

Seperti yang telah disebutkan, Ekspedisi Pamalayu merupakan ekspedisi yang bertujuan untuk melakukan perlawanan terhadap Kerajaan Melayu. Akan tetapi tahukah anda mengapa ekspedisi ini harus dilancarkan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara?

Sebetulnya Ekspedisi Pamalayu ini bermula dari sebuah ancaman yang dialami oleh Kerajaan Singasari. Sekitar tahun 1275, Kerajaan Singasari mengirim tentara ke Latar belakang Ekspedisi Pamalayu, Pulau Sumatra.

Mengapa? Hal ini disebabkan karena pada masa tersebut Kerajaan Singasari mendapatkan ancaman dari seorang raja dari Bangsa Mongul yaitu Kubilai Khan. Selain didasari dari ancaman yang dirasakan pada masa kerajaan tersebut, raja dari Kerajaan Singasari yang adalah Raja Kertanegara memiliki cita-cita yang sangat tinggi.

Cita-citanya adalah untuk menyatukan Kerajaan Singasari dengan Melayu sehingga menjadi satu kesatuan dibawah pemerintahan Kerajaan Singasari. Tujuan penyatuan ini sebetulnya tidak ada hubungannya dengan berdirinya NKRI seperti yang tujuan dari Patih Gajah Mada, tapi tujuannya adalah untuk menghalau ancaman serangan yang akan dilancarkan oleh Bangsa Mongol yang telah disebutkan sebelumnya.

Jalannya ekspedisi Pamalayu

Ekspedisi Pamalayu pada hakikatnya adalah sebuah ekspedisi yang damai yang bertujuan untuk menghadang serangan demi menjadi sebuah kerajaan yang kuat. Akan tetapi ekspedisi yang awalnya berjalan untuk menjalin kerjasama ini berbuntut kurang menyenangkan.

Mengapa? Hal ini disebabkan karena adanya penolakan yang dilakukan oleh Raja dari Dharmasraya. Penolakan yang dilakukan oleh Raja Dharmasraya ini disebabkan karena salah salah satu dari Bangsa Melayu diangkat menjadi salah seorang prawira di Kerajaan Singasari.

Orang dari Kerajaan Melayu yang diangkat sebagai prawira di Singasari ini disebut sebagai kebo Anabrang. Penyebab pertikaian ini dituliskan dalam kitab negarakertagama yang merupakan sumber informasi yang sangat otentik.

Penolakan yang dilakukan oleh Raja Dharmasraya ini berakhir dengan terjadinya peperangan antara Kerajaan Singasari dan juga Kerajaan Melayu. Pertempuran ini terjadi beberapa kali.

Pertempuran pertama antara kedua kerajaan ini dilakukan pertama pada tahun 1268. Pertempuran pertama dari peristiwa Ekspedisi Pamalayu ini berakhir dengan kemenangan yang diperoleh Kerajaan Singasari.

Tanda dari kemenangan yang didapatkan oleh Kerajaan Singasari ini adalah adanya keberadaan dari Arca Amoghapasa. Arca Amoghapasa ini merupakan sebuah arca yang dituliskan dalam prasasti Padangroco.

Dalam prasaasti tersebut disebutkan bahwa Arca Amoghapasa merupakan sebuah arca yang dibuat untuk diberikan sebagai hadiah dari Raja Kertanegara yang merupakan raja dari Kerajaan Singasari pada Raja Srimat yang merupakan raja Melayu sebagai tanda persahabatan.

Dengan kemenangan dari peperangan ini dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Raja Kertanegara sukses dalam tujuannya menyatukan Kerajaan Melayu dan juga Kerajaan Singasari. Selain berhasil menyatukan dua kerajaan, ekspedisi Pamalayu ini seharusnya juga berhasil menghalau ancaman yang dilakukan oleh Bangsa Mongol pada Kerajaan Singasari.

Hal inilah yang menyebabkan Raja Kertanegara menjadi salah satu raja yang paling masyur di Kerajaan Singasari.

Dalam sejarah Ekspedisi Pamalayu ini disebutkan bahwa Kubilai Khan dibuat malu oleh Raja Kertanegara. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya kerajaan tersebut. Mengapa? Hal ini disebabkan karena para persitiwa ini pasukan dari Bangsa Mongol mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan yaitu karena adanya peristiwa pemotongan telinga pada utusan dari raja Bangsa Mongol.

Akhir dari Ekspedisi Pamalayu

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Ekspedisi Pamalayu adalah ekspedisi yang bertujuan untuk menghadang ancaman serangan dari Bangsa Mongol dengan menyatukan Melayu dan Singasari.

Setelah berhasil melaksanakan tujuannya, ekspedisi kembali ke Jawa. Ada yang menyebutkan bahwa Ekspedisi Pamalayu ini berakhir sekitar tahun 1294. Hal ini bisa dilihat dari bukti berupa kitab lawas yang disebut dengan Kitab Pararaton.

Sayangnya nasib malang terjadi setelah Ekspedisi Pamalayu ini berakhir. Dua tahun sebelum ekspedisi ini berakhir, yaitu pada tahun 1292, Jayakatwang yang merupakan Bupati Gelang-Gelang melakukan pemberontakan untuk menggulingkan Kerajaan Singasari.

Dibantu dengan Aria Wirajaya, Kerajaan Singasari mengalami serangan yang cukup dahsyat. Bukan hanya itu, pada tahun yang sama, Kubilai Khan yang merasa disakiti harga dirinya juga melakukan penyerangan pada kerajaan yang sudah sangat lemah itu.

Serangan dari Bangsa Mongol yang satu ini merupakan aksi balas dendam yang dilakukan oleh Kubilai Khan pada Raja Kertanegara yang melakukan aksi pemotongan telinga pada utusannya.

Kerajaan Singasari pada akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh Jayakatwang, akan tetapi kemenangan dari Jayakatwang ini tidak berlangsung lama, tepat setahun setelah kerajaan Singsari di gulingkan dan dibangun lagi menjadi kerajaan Kediri, Jayakatwang mendapatkan perlawanan dari Raden Wijaya.

Perlawanan dari Raden Wijaya ini berhasil menggulingkan Jayakatwang karena bantuan dari pasukan Mongol. Setelah Raden Wijaya mengalahkan Jayakatwang, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk mengusir pasukan Mongol yang ada di kerajaan tersebut. Setelah pasukan Mongol ditiadakan, Raden Wijaya kemudian mendirikan sebuah kerajaan yang disebut dengan Kerajaan Majapahit.

Meski di Kitab Pararaton disebutkan bahwa tahun 1294 merupakan tahun kembalinya Ekspedisi Pamalayu ini tapi secara jelas kapan ekspedisi ini berakhir belum dapat dipastikan.

Hal ini disebabkan karena pada sumber yang lainnya disebutkan bahwa pasukan dalam Ekspedisi Pamalayu ini berlabuh kembali Pada tahun 1293 tepatnya pada bulan Mei hari ketiga.

Dari salah satu sumber juga disebutkan bahwa pada akhir Ekspedisi Pamalayu ini tidak semua pasukan kembali ke Jawa. Hal ini disebabkan karena penolakan yang dilakukan oleh para pasukan terhadap berdirinya kerajaan Majapahit yang menggantikan Kerajaan Singasari.

Salah satu tokoh yang menolak untuk kembali ke Jawa ini adalah Indrawarman. Indrawarman dan juga pasukan lain yang menolak untuk kembali ke Jawa meneruskan kembali ekspedisinya dan menetap di Sumatra.

Sayangnya 100 tahun berselang, Kerajaan Majapahit yang ada dibawah pimpinan Adityawarman melakukan penyerangan pada Indrawarman dan pasukannya yang menetap di Sumatra tersebut.

Cerita diatas merupakan salah satu cerita yang sangat menarik untuk diperhatikan. Sejarah di Indonesia sesungguhnya merupakan salah satu hal yang menarik untuk diikuti, akan tetapi karena tidak diajarkan dengan benar, cerita-cerita menarik mengenai kerajaan-kerajaan di Indonesia ini menjadi kurang diperhatikan.

Semoga sejarah dan cerita mengenai Ekspedisi Pamalayu kertanegara bertujuan untuk menyatukan dua kerajaan ini bisa menjadi salah satu motivasi bagi anda untuk terus mempelajari sejarah yang ada di Indonesia agar sejarah dapat terus dikenal oleh bangsa dan keturunan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *