Memahami Tegangan Listrik, AC/ DC, Arus, dan Hambatan

Mayoritas orang hampir tak bisa membedakan pengertian antara tegangan, arus, dan hambatan listrik. Dengan mudahnya, rata-rata orang menyebut “tegangan” atau “arus” yang merujuk pada aliran listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Memang benar kalau untuk definisi yang lebih rinci dan praktis, itu adalah urusan orang yang belajar ilmu listrik atau eksak. Tapi supaya lebih pas dan tidak melakukan kesalahan terkait penggunaan listrik, akan lebih bermanfaat jika kita mengenal dan memahami pengertian, persamaan, dan perbedaan antara tiga hal tersebut. Minimal secara awam namun tak menggampangkan dengan menyamaratakan semuanya.

Tegangan Listrik

Yang pertama harus kita pahami adalah pengertian tegangan listrik. Apa sih yang dimaksud sebagai tegangan listrik itu? Dari definisi bakunya, tegangan listrik merupakan selisih perbedaan yang potensial dari kedua poin di sebuah rangkaian listrik.

Perbedaan itu diukur dengan menggunakan satuan Volt. Nah, sampai di sini kita sudah mulai meraba-raba dengan mengetahui ukuran Volt itu.

Volt adalah istilah ukuran yang kerap kita jumpai untuk merujuk pemakaian listrik. Digunakan sebagai nilai yang menunjukkan besarnya perbedaan potensial dalam medan listrik yang memicu aliran listrik.

Tegangannya bisa jadi sangat rendah, tinggi, atau sangat tinggi sebagai akibat perbedaan potensial listrik. Itulah yang menimbulkan arah arus listrik yang alirannya dari tegangan paling tinggi menuju yang paling rendah. Jika tegangan listrik semakin besar, maka arusnya pun lebih besar.

Gampangnya bisa kita ambil perumpamaan aliran air dalam pipa yang digerakkan oleh pompa air. Ketika pompa dinyalakan, tekanan air yang berada di dekat mesin itu semakin meningkat dan mendorong aliran ke pipa paling ujung hingga keluar.

Nah, tenaga yang dihasilkan dari dorongan air itulah yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir atau turbin. Contoh tersebut menjelaskan bagaimana mekanisme sumber daya listrik (misalnya baterai). Kalau daya dalam baterai habis, otomatis perangkat tidak bisa bekerja karena berhenti arus listriknya.

Antara AC dan DC

Dua istilah ini pun kerap kita dengar dan bahkan dipakai tanpa menyadari pengertian sesungguhnya. AC dan DC adalah istilah yang merujuk pada jenis arus listrik yang memiliki perbedaan gelombang, karakteristik, atau sifat. Tetapi besaran dan satuan yang digunakan untuk kedua jenis itu sama, yaitu Watt (satuan daya), Ampere (satuan arus), dan Volt (satuan tegangan).

Pengertian AC

Apa yang dimaksud dengan AC. AC merupakan akronim dari Alternating Current. Yaitu arus listrik yang arah dan besarnya berlangsung bolak-balik dan berubah-ubah. Biasanya berwujud gelombang yang disebut Sinusoida.

Tetapi pada beberapa jenis aplikasi yang lain, wujud gelombangnya bisa berwujud segi empat dan segi tiga. Dilihat dari pemakaian phase, jenis tegangannya terbagi antara satu dan tiga. Tegangan AC satu phase terdiri dari Phase, Neutral, dan Ground. Untuk yang tiga phase terdiri dari Phase R, S, T, Neutral, dan Ground.

Selanjutnya, kita mengenal sumber tegangan AC dan peralatan yang menggunakannya. Arus listrik ini dialirkan dari sumbernya dalam wujud gelombang bolak-balik yang tersambung dan menyebar melalui kabel listrik. Umumnya, besar tegangan ini mencapai 220 sampai 240 Volt dengan frekuensi 60 Hz. Jenis arus inilah yang kita ketahui berasal dari pembangkit listrik besar dari PLTA, PLTU, dan PLN.

Sedangkan contoh-contoh perangkat yang menggunakan jenis arus ini sangat banyak dan kita manfaatkan juga dalam keseharian, misalnya:

  • Lampu
  • Televisi
  • PC
  • Kipas Angin
  • Pompa Air
  • Setrika
  • Kulkas, dll

Pengertian DC

Jenis arus inilah yang pertama kali digunakan ketika listrik dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Merupakan akronim dari Direct Current, yang benar-benar hanya merupakan aliran searah dari kutub negatif ke positif.

DC tidak punya phase karena pada dasarnya cuma terdiri dari satu jenis aliran listrik dari polaritas yang tinggi ke rendah. Alirannya terjadi dalam sebuah konduktor atau penghantar yang kemudian tersambung pada perangkat yang membutuhkan daya listrik untuk bergerak atau bekerja.

Tapi ada kemungkinan pula bahwa jenis arus ini pun bisa berlangsung pada ruang hampa udara, isolator, dan semi-konduktor.

Sumber tegangan DC yang paling dikenal adalah baterai. Kita biasa memakainya juga dalam keseharian. Sedangkan sumber tegangan lain adalah aki yang di dalamnya terdapat asam H2SO4, adaptor, dan tenaga surya. Penggunan sumber-sumber listrik DC itu tergantung pada jenis perangkat yang digunakan.

Contoh-contohnya pun banyak, yang antara lain adalah:

  • Remote Control
  • Senter
  • Kamera
  • Kalkulator
  • Mainan
  • Handphone
  • Laptop, dll

Perbedaan AC dan DC

Sudah pasti ada beberapa perbedaan antara AC dan DC sebagaimana yang sudah kita uraikan di atas. Untuk lebih memudahkan pemahaman antara dua jenis tegangan itu, berikut adalah penjabaran perbedaan dari AC dan DC:

ACDC
Arusnya bolak-balikArusnya searah
Gelombang berbentuk Sinusoida, segi empat, atau segitiga.Mengalir dari tegangan tinggi ke rendah (negatif ke positif)
Terdiri dari dua jenis Phase, yaitu satu dan tiga.Tidak memiliki Phase
Dialirkan dari sumber daya listrik yang besar seperti PLN, PLTA, dan PLTU.Dialirkan melalui konduktor atau penghantar seperti baterai, aki, tenaga surya, dan adaptor
Lebih efisien karena selalu tersambung dan tak perlu pengisian ulang.Cenderung boros jika kerap digunakan
Operasional untuk sehari-hari yang terkait aktivitas masyarakatOperasional untuk yang sifatnya sementara dan membutuhkan pengisian ulang.
Tidak praktisLebih praktis

Persamaan AC dan DC

Apa ada persamaan antara AC dan DC? Dari pengertian mendasar yang sudah kita uraikan di atas, tentu saja dua hal itu sudah sangat berbeda. Namun kalau kita bandingkan antara AC dan DC itu, setidaknya ada persamaan sebagai berikut:

  • Dimanfaatkan untuk penggunaan daya dari sumber yang berbeda.
  • Aplikatif untuk kebutuhan keseharian masyarakat.
  • Sama-sama bisa diukur dengan Oscilloscope.

Arus Listrik

Tadi kita sudah menyebutkan “arus” beberapa kali. Nah, definisi dari arus listrik adalah besarnya muatan (daya) listrik dalam satuan waktu yang mengalir dalam sirkuit di satu titik.

Satuannya untuk mengukur arus listrik adalah Ampere. Arah arus listrik sebenarnya dari kutub negatif ke positif. Tapi dalam versi bakunya, disebutkan bahwa alirannya berasal sebaliknya. Karena yang didorong adalah partikel-partikel elektron negatif sehingga seolah-olah yang nampak berasal dari kutub positif.

Hambatan Listrik

Lalu apa yang dimaksud sebagai hambatan listrik? Hambatan merupakan hasil perbandingan antara arus listrik yang mengaliri sebuah komponen elektronik. Diukur dengan menggunakan satuan Ohm dan alat bernama Galvanometer. Sederhananya, hambatan listrik merupakan hal yang menahan arus di dalam sebuah komponen, atau biasa disebut resistansi.

Lagi-lagi kita bisa mengambil perumpaan dengan aliran air dalam sebuah pipa. Pipa berukuran besar lebih mudah mengalirkan air dibandingkan pipa berukuran lebih kecil. Artinya, pipa kecil punya hambatan yang besar dari aliran air tersebut. Demikian juga pada penerapan arus listrik, ketika sebuah komponen cenderung sulit mengalirkan daya yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *