Pengertian Demokrasi Menurut Abraham Lincoln

Kita tentu tak asing dengan istilah demokrasi karena demokrasi itu sendiri kini merupakan asas pemerintahan yang kini dianut oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Ada beberapa tokoh pencetus demokrasi, salah satunya adalah mantan presiden Amerika Serikat yang ke-16, Abraham Lincoln.

Abraham Lincoln menyebutkan bahwa pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Nah, sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), demokrasi adalah sistem atau bentuk pemerintahan yang mana seluruh rakyat ikut serta alias terlibat dalam menjalankan roda pemerintahan melalui wakil-wakil rakyat yang telah dipilih oleh rakyat. Dengan adanya wakil rakyat, pandangan hidup, gagasan, hak dan kewajiban, dan perlakuan yang sama bagi seluruh rakyat dapat direalisasikan.

Asal Muasal Demokrasi

Jauh sebelum Abraham Lincoln mencetuskan asas demokrasi, demokrasi pertama kali dicetuskan pada abad ke-5 SM, tepatnya ketika Yunani Kuno masih berkuasa. Saat itu di Yunani terbagi menjadi beberapa polis (negara kota) seperti salah satunya adalah Athena.

Asas demokrasi diimplementasikan secara langsung sehingga disebut dengan istilah demokrasi langsung yang mana dengan demokrasi langsung ini, rakyat secara bersama-sama bermusyawarah di suatu rapat besar untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan hasil musyawarah mufakat.

Asas demokrasi ini dapat dengan lancar dipraktikan di Athena karena luas wilayah Athena yang sempit dan berpenduduk sedikit sehingga cenderung mudah untuk dikumpulkan dan diajak bermusyawarah.

Lantas, bagaimana dengan sekarang? Apakah demokrasi langsung masih bisa diimplementasikan, terutama di Indonesia? Jelas jawabannya ‘tidak’. Terlihat sangat jelas bahwa demokrasi langsung kini sulit untuk diaplikasikan terutama di negara kita karena masyarakat kita yang begitu heterogen.

Secara umum, demokrasi langsung tidak dapat diterapkan di masa-masa sekarang karena sebagian besar negara di dunia memiliki jumlah penduduk yang tak sedikit. Selain itu, faktor luas wilayah juga sangat berpengaruh.

Demokrasi Bersifat Universal

Pada dasarnya, istilah demokrasi (baca juga pengertian soko guru demokrasi universal) memiliki makna yang sangat universal. Artinya, demokrasi berlaku di mana saja selama negara yang bersangkutan menganut sistem atau asas demokrasi. Hanya saja dalam praktiknya, seringnya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.

Hal ini sangat bergantung pada beberapa faktor seperti faktor budaya, sejarah, latar belakang negara, dasar negara itu sendiri, dan lain sebagainya.

Kemudian, jika dilihat dari bentuk partisipasi dari rakyat di suatu negara yang menganut asas demokrasi, demokrasi terbagi menjadi 2, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung.

Demokrasi langsung atau direct democracy adalah bentuk pemerintahan yang mana segala proses dan hasil keputusan politik turut melibatkan rakyat secara langsung.

Sementara itu, demokrasi tidak langsung atau indirect democracy adalah bentuk pemerintahan di mana segala proses dan pembentukan keputusan politik dijalankan oleh perwakilan rakyat yang sebelumnya telah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui ajang pemilihan umum.

Nah, jenis demokrasi yang kedua ini yang paling banyak dianut oleh sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia karena terbukti efektif dan tetap aspiratif.

Seiring dengan majunya zaman di era modern ini, pemerintahan yang berlandaskan asas demokrasi dianggap sebagai sistem pemerintahan terbaik. Adapun beberapa bentuk demokrasi yang eksis sekarang ini antara lain demokrasi parlementer, demokrasi sistem presidential, demokrasi rakyat, dan demokrasi pancasila yang kini menjadi dasar pemerintahan demokrasi di negara Indonesia.

Adapun ciri-ciri dari demokrasi pancasila, antara lain:

  • menjunjung tinggi asas musyawarah untuk mufakat
  • dalam menjalankan sistem pemerintahan, pemerintah berpedoman pada 7 sistem pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *